MAKASSAR , Viraljustice — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar sekolah dasar dalam ajang Kejuaraan Karate Antar Pelajar se-Mamminasata. Salah satunya datang dari Dojo Andi Muhammad Fachri Malik, karateka cilik berusia 9 tahun, siswa kelas III SD Panaikang Dua (PANDU), yang sukses meraih medali emas dalam penampilan perdananya di arena pertandingan, Senin 5 Oktober 2026.
Fachri Malik yang membawa nama Perguruan Karate Gojukai Cabang SD Panaikang Dua (PANDU) tampil penuh semangat dan berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga mampu berdiri sebagai salah satu juara dalam kejuaraan tersebut.
Raihan medali emas ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, khususnya sang ibu, Andi Dea, yang memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan dan prestasi putranya di dunia olahraga karate.
Kejuaraan Karate Antar Pelajar se-Mamminasata ini merupakan salah satu ajang yang cukup bergengsi karena mempertemukan atlet-atlet pelajar dari tiga wilayah utama, yakni Makassar, Maros, dan Takalar, yang kemudian dikenal dengan istilah Mamminasata.
Kejuaraan tersebut berlangsung selama dua hari, 5–6 September 2026, bertempat di Ramayana MTOS, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, dengan Kota Makassar sebagai tuan rumah penyelenggaraan tahun ini.
Kepala SD Panaikang Dua (PANDU), Sugianto, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih para atlet cilik sekolahnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun karakter, kedisiplinan, keberanian, serta semangat berprestasi sejak usia dini.
Ia berharap para atlet muda tersebut tidak hanya mampu mengharumkan nama sekolah, tetapi ke depan juga dapat mengharumkan Kota Makassar dan Provinsi Sulawesi Selatan di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami sangat mengapresiasi prestasi anak-anak kita. Semoga mereka terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan kelak bukan hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga Kota Makassar dan Sulawesi Selatan,” ujar Sugianto.
Kesuksesan Fachri Malik juga tidak terlepas dari peran para pelatih yang selama ini memberikan pembinaan dan pendampingan secara serius. Di antaranya Sensei Faizal Zainuddin, pelatih dari Perguruan Gojukai sekaligus bagian dari Pelatda Sulsel/Pelatnas, serta Shidoin Iskandar, yang merupakan anggota tim Forki Sulsel.
Pembinaan yang dilakukan secara konsisten tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk mental dan kemampuan para karateka cilik sebelum turun ke arena pertandingan.
Bagi Fachri, medali emas yang diraihnya dalam penampilan pertama bukan sekadar sebuah penghargaan, tetapi menjadi awal dari perjalanan panjang untuk mengukir prestasi yang lebih besar di masa mendatang.
Selamat kepada para juara dan seluruh peserta yang telah berjuang. Terima kasih kepada para pelatih, pihak sekolah, keluarga, panitia, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kejuaraan ini dapat berlangsung dengan baik.
Prestasi hari ini adalah langkah kecil menuju mimpi besar di masa depan.
Laporan : Nurhaedah
