MAROS, Viraljustice.id — Semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Distrik Maros melalui kegiatan sosial penyaluran bantuan sembako kepada warga yang membutuhkan di Dusun Tamangesang, Desa Botolempangan, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Senin (26/10/2026).
Kegiatan tersebut bukan sekadar penyaluran bantuan kebutuhan pokok, melainkan cerminan komitmen sosial dalam membangun solidaritas, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan hidup.
Ketua LSM GMBI Distrik Maros, Syamsul Bahri, S.M., bersama jajaran anggota dan sejumlah koordinator divisi turun langsung menemui Ibu Nurmi, warga penerima bantuan yang kondisi kehidupannya mengundang keprihatinan.
Saat menyaksikan secara langsung kondisi tempat tinggal Ibu Nurmi yang berukuran sekitar 3 x 4 meter, rasa prihatin pun muncul. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai perkembangan pembangunan, masih terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian, kepedulian, dan dukungan nyata dari lingkungan sekitarnya.
Bagi LSM GMBI Distrik Maros, kepedulian sosial bukan sekadar kegiatan seremonial. Kehadiran di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk mendengar, melihat, dan merasakan secara langsung kondisi kehidupan rakyat.
Bantuan sembako yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Ibu Nurmi sekaligus menghadirkan semangat bahwa kepedulian dan kebersamaan masih tumbuh di tengah masyarakat.
MEMBANGUN INDONESIA DARI KEPAKAIAN TERHADAP SESAMA
Semangat kebangsaan tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat. Persatuan Indonesia akan semakin kokoh ketika kepedulian terhadap sesama menjadi nilai yang hidup dalam keseharian.
Dalam semangat itulah, kegiatan sosial LSM GMBI Distrik Maros menjadi bagian dari upaya menumbuhkan solidaritas sosial dan memperkuat hubungan antara organisasi kemasyarakatan dengan warga.
Kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan merupakan salah satu wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dusun Tamangesang, Muh. Masri, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Makassar (UNM) Makassar. Kehadiran unsur pemerintah kewilayahan, mahasiswa, dan organisasi kemasyarakatan tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam membangun kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
Jajaran LSM GMBI Distrik Maros yang hadir meliputi sejumlah anggota serta koordinator divisi, di antaranya Divisi Investigasi, Ekonomi, serta Seni dan Budaya.
SYAMSUL BAHRI: PENGABDIAN HARUS Dirasakan LANGSUNG OLEH MASYARAKAT
Melalui kegiatan tersebut, LSM GMBI Distrik Maros menegaskan pentingnya membangun hubungan yang dekat dengan masyarakat, terutama warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
Kehadiran organisasi kemasyarakatan di tengah rakyat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi menjadi dorongan untuk menumbuhkan budaya gotong royong, memperkuat solidaritas, dan menggerakkan lebih banyak pihak agar peduli terhadap sesama.
Perhatian terhadap kondisi Ibu Nurmi juga menjadi pengingat bahwa persoalan kesejahteraan masyarakat memerlukan kepedulian bersama. Bantuan yang diberikan hari ini mungkin sederhana, tetapi nilai kemanusiaan di baliknya memiliki arti yang jauh lebih besar.
LSM GMBI Distrik Maros berharap semangat berbagi tersebut dapat menginspirasi masyarakat, komunitas, organisasi, dan berbagai elemen lainnya untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
Sebab, ukuran pengabdian bukan semata-mata seberapa besar seseorang atau sebuah organisasi berbicara tentang kepedulian, melainkan seberapa nyata kehadirannya dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dari Maros untuk Indonesia, kepedulian adalah kekuatan, kemanusiaan adalah kehormatan, dan pengabdian kepada rakyat merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam merawat persatuan bangsa.
Redaksi.
