Makassar, Viraljustice.id – Di tengah meningkatnya volume sampah perkotaan dan terbatasnya kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), warga RW 04 Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, mengambil langkah nyata dengan memulai gerakan pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat.

Gerakan tersebut ditandai dengan pelaksanaan kegiatan Pengenalan Integrasi Pengolahan Sampah RW 04 Kelurahan Karunrung yang berlangsung di Jalan Karunrung Raya, Senin (1/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung program Pemerintah Kota Makassar dalam menangani persoalan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga dan lingkungan permukiman.
Acara dibuka langsung oleh Lurah Karunrung, Mahadin Moh. Astari, dan dihadiri Ketua LPM Kelurahan Karunrung, penyuluh lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Ketua RW 04, para Ketua RT, perwakilan RT/RW se-Kelurahan Karunrung, pengurus Bank Sampah Jipang 04, serta pemerhati lingkungan Syamsuddin dari Yayasan Peduli Negeri.

Dalam sambutannya, Lurah Karunrung menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak lagi dapat bergantung sepenuhnya pada sistem pengangkutan menuju TPA. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari tingkat rumah tangga melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah sesuai jenisnya.
“Pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga soal kesadaran, kebersamaan, dan tanggung jawab kita terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT, RW, LPM, pengurus bank sampah hingga warga, menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini memperkenalkan konsep integrasi pengolahan sampah terpadu, yang mengarahkan setiap jenis sampah ke jalur pengelolaan yang tepat.
Sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kertas, dan kaleng akan dikelola melalui Bank Sampah Jipang 04 sebagai sumber nilai ekonomi. Sementara sampah organik rumah tangga akan diolah melalui berbagai metode ramah lingkungan seperti Sistem TEBA, Eco Enzyme, budidaya maggot, serta Urban Farming Sistem Biowash.
Selain itu, minyak jelantah akan dikumpulkan secara terpisah agar tidak mencemari lingkungan, sedangkan limbah plastik yang tidak memiliki nilai jual akan dimanfaatkan menjadi ecobrick yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan kreatif dan pembangunan sederhana.
Syamsuddin menjelaskan bahwa konsep yang diterapkan di RW 04 dirancang sederhana agar mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat.
“Setiap jenis sampah memiliki jalur pengelolaannya masing-masing. Jika masyarakat memahami pola ini, maka sampah tidak lagi menjadi masalah, melainkan sumber manfaat bagi lingkungan dan ekonomi warga,” jelasnya.
Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi salah satu solusi penting dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA. Oleh karena itu, keberadaan bank sampah, pengolahan organik, pemanfaatan minyak jelantah, dan ecobrick perlu terus diperkuat dan dikembangkan.
Bank Sampah Jipang 04 sendiri diharapkan menjadi pusat pengelolaan sampah anorganik di lingkungan RW 04. Dengan dukungan pemerintah kelurahan, lembaga masyarakat, serta partisipasi aktif warga, sistem pengelolaan sampah terpadu ini diyakini mampu berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi antara pemerintah, pengurus lingkungan, penyuluh, dan masyarakat dalam membangun budaya baru pengelolaan sampah yang lebih modern dan bertanggung jawab.

Kehadiran perwakilan RT dan RW dari berbagai wilayah di Kelurahan Karunrung menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap program ini. Bahkan, model pengelolaan sampah terpadu RW 04 diharapkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Kelurahan Karunrung maupun Kota Makassar.
Melalui gerakan ini, warga tidak hanya diajak menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi, meningkatkan edukasi lingkungan, serta memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga keberlanjutan kota.
Dengan semangat kolaborasi, RW 04 Karunrung membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana: memilah sampah dari rumah.
“Pilah sampahmu, rawat lingkunganmu, masa depan anak cucu kita.”
Penulis: Syamsuddin
