WAJO – Viral justice.id || Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar (UINAM) Posko 7 Angkatan 78 langsung “tancap gas” dengan menggelar seminar program kerja di Desa Waetuwo, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Selasa (14/4/2026).
Bertempat di Aula Wisata Gelora Permata Hijau, kegiatan ini dipadati aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga warga yang antusias menyimak paparan program kerja mahasiswa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Waetuwo Andi Muhammad Amin, S.E., Kepala Dusun Cirowali Muhammad Tang, Kepala Dusun Nurnanengsih, pemuka agama dari Majelis Ta’lim Nurul Ilmi Waetuwo, serta masyarakat setempat.
Kehadiran berbagai elemen ini menjadi sinyal kuat dukungan penuh terhadap program kerja KKN UINAM Posko 7.
Koordinator Desa Posko 7, Nawiruddin Nasir, tampil memaparkan konsep program kerja dengan mengangkat filosofi mendalam nama “Waetuwo”, yang berasal dari kata Wae (air) dan Tuwo (hidup).
Menurutnya, filosofi tersebut mencerminkan masyarakat yang terbuka, ramah, dan mampu “mengalirkan kehidupan” dengan menerima serta memuliakan para pendatang.
Tak hanya itu, ia juga mengaitkan filosofi tersebut dengan pemikiran Imam Syafi’i yang mengibaratkan ilmu seperti air yang terus mengalir—bergerak, jernih, dan memberi manfaat.
“Kami sangat bersyukur ditempatkan di desa yang begitu memuliakan para pengemban ilmu. Sambutan masyarakat menjadi energi besar bagi kami untuk menjalankan program kerja secara maksimal,” tegas Nawiruddin.
Sementara itu, Kepala Desa Waetuwo Andi Muhammad Amin, S.E., memberikan apresiasi penuh terhadap langkah cepat mahasiswa KKN tersebut.
Ia berharap program kerja yang dipaparkan tidak sekadar menjadi rencana, tetapi benar-benar diwujudkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami mendukung penuh. Harapannya, program ini bisa membawa perubahan positif dan kemajuan bagi Desa Waetuwo,” ujarnya.
Seminar ini menjadi langkah awal yang strategis sekaligus momentum memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun Desa Waetuwo yang lebih maju, aktif, dan berdaya.
Penulis: Andi Febry
