MAKASSAR, ViralJustice – Antusiasme masyarakat terhadap karya perfilman lokal kembali terlihat dalam pemutaran perdana film Peddi Palaoka: Sakit yang Membuatku Pergi yang berlangsung di Auditorium Universitas Ciputra, Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Senin (15/6/2026).
Film produksi Lembaga Langit Timoer Sinema (Latoa) tersebut berhasil menarik perhatian ratusan penonton yang memenuhi auditorium sejak awal acara. Mengusung kisah percintaan yang dibalut konflik keluarga dan sentuhan komedi, film ini menghadirkan cerita yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat Bugis dan Makassar.
Sutradara film sekaligus Ketua Latoa Kabupaten Maros, Olank Sukardi, mengungkapkan rasa syukur atas sambutan hangat yang diberikan masyarakat terhadap karya tersebut.
Menurutnya, apresiasi penonton menjadi motivasi bagi para sineas muda daerah untuk terus berkarya.
“Terima kasih kepada seluruh pemain, kru, dan pihak yang telah mendukung proses produksi film ini. Semoga ke depan kami dapat menghadirkan karya yang lebih baik dan lebih berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Produser film Jumaria, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa seluruh proses produksi melibatkan talenta lokal Sulawesi Selatan tanpa menggunakan aktor maupun kru dari luar daerah.
Menurutnya, potensi generasi muda di Makassar dan sekitarnya sangat besar untuk berkembang di dunia perfilman.
“Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak daerah memiliki kemampuan yang tidak kalah hebat. Budaya Sulawesi Selatan sangat kaya dan layak menjadi inspirasi utama dalam setiap karya yang dihasilkan,” katanya.
Film ini menampilkan Meldy Arsal sebagai Yudi dan Andini sebagai Riana sebagai pemeran utama. Keduanya sukses membangun chemistry yang kuat sehingga mampu menghidupkan alur cerita dan mengundang respons positif dari para penonton.
Selain itu, film ini juga diperkuat oleh sejumlah pemain lokal lainnya, di antaranya Jonas, Chika, Syifa Sakinah, Nabila, Arisya Fitria M, Rina Nurmalasari, Alvaro, Arsaka Virendra Shafwan, Rusdin, Pak Phiank, Asdiana, Fadila Zulbi, Rostina, serta beberapa pemeran pendukung lainnya.
Menariknya, proses pengambilan gambar film ini hanya berlangsung selama tiga hari dengan seluruh lokasi syuting berada di wilayah Kabupaten Maros. Meski diproduksi dalam waktu relatif singkat, hasil yang ditampilkan mendapat apresiasi dari para penonton yang hadir.
Naskah film ditulis oleh Andi Arham yang juga menjabat sebagai Ketua Latoa Kota Makassar. Ia berharap film Peddi Palaoka dapat menjadi langkah awal bagi lahirnya lebih banyak karya perfilman daerah yang mengangkat budaya, nilai kehidupan, dan kearifan lokal Sulawesi Selatan ke panggung yang lebih luas.
Keberhasilan gala premiere tersebut menjadi bukti bahwa industri kreatif lokal memiliki peluang besar untuk berkembang sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya melalui medium perfilman.
Laporan: JDT
