(Foto: Dokumen Tim Redaksi)
Majene | ViralJustice.id – Dalam upaya menyongsong era digital yang semakin pesat, STAIN Majene dan SMK Negeri 7 Majene berkolaborasi menggelar seminar bertajuk “Optimalisasi Pembelajaran di Era Digital Melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence”. Acara yang berlangsung pada Rabu, 19 November 2025, di Aula SMK Negeri 7 Majene ini menjadi wadah penting untuk membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan. Seminar ini juga menghadirkan fasilitator AI dari Asean Foundation wilayah Sulawesi Barat, menambah bobot dan kredibilitas acara.
Seminar ini menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya, yaitu Dosen STAIN Majene, Siti Khumairah Fiqrillah, S.Pd., M.Pd., yang memiliki keahlian mendalam dalam bidang teknologi pendidikan, didampingi Kepala Sekolah SMKN 7 Majene, Naharuddin, S.Pd., ST., M.Bns., yang dikenal sebagai inovator dalam penerapan teknologi di lingkungan sekolah. Kehadiran fasilitator AI dari Asean Foundation memberikan wawasan global tentang perkembangan dan implementasi AI di berbagai negara.
Para peserta seminar, yang terdiri dari guru-guru SMK Negeri 7 Majene, mahasiswa STAIN Majene, serta perwakilan dari sekolah-sekolah lain di wilayah Majene, tampak antusias mengikuti jalannya acara. Suasana interaktif tercipta saat para narasumber memaparkan materi, diselingi dengan sesi tanya jawab yang memancing diskusi mendalam mengenai berbagai aspek pemanfaatan AI dalam pembelajaran.
Siti Khumairah Fiqrillah dalam presentasinya menekankan pentingnya pemahaman yang komprehensif mengenai AI bagi para tenaga pendidik. “AI bukan hanya sekadar alat bantu, tetapi juga mitra strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan memahami cara kerja AI, kita dapat memanfaatkannya untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal, adaptif, dan menarik bagi siswa,” ujarnya. Ia juga mencontohkan bagaimana AI dapat digunakan untuk menganalisis data siswa, mengidentifikasi kebutuhan belajar individu, serta memberikan rekomendasi materi pembelajaran yang sesuai.
Naharuddin menambahkan bahwa SMK Negeri 7 Majene telah memulai langkah-langkah awal dalam mengintegrasikan AI ke dalam proses pembelajaran. “Kami telah mengimplementasikan beberapa aplikasi berbasis AI untuk membantu siswa dalam belajar matematika, bahasa Inggris, dan keterampilan kejuruan lainnya. Hasilnya cukup menggembirakan, siswa menjadi lebih termotivasi dan menunjukkan peningkatan prestasi yang signifikan,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya pelatihan dan pendampingan bagi para guru agar mereka dapat memanfaatkan AI secara efektif.
Fasilitator AI dari Asean Foundation memberikan pandangan global tentang tren dan inovasi AI dalam pendidikan. Ia menyoroti pentingnya adaptasi kurikulum dan pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri di era digital. “Pendidikan harus mampu mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dan peluang di masa depan, dan AI adalah salah satu kunci untuk mencapai tujuan tersebut,” ujarnya.
Seminar ini juga membahas berbagai tantangan yang mungkin dihadapi dalam implementasi AI di dunia pendidikan, seperti masalah infrastruktur, ketersediaan data, serta kesiapan sumber daya manusia. Para peserta sepakat bahwa kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, dan industri, sangat penting untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut.
Sebagai tindak lanjut dari seminar ini, STAIN Majene dan SMK Negeri 7 Majene berencana untuk mengembangkan program pelatihan AI bagi guru-guru di wilayah Majene. Selain itu, kedua institusi juga akan menjalin kerjasama dalam pengembangan aplikasi-aplikasi AI yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah-sekolah kejuruan.
Kolaborasi antara perguruan tinggi keagamaan dan sekolah menengah kejuruan ini merupakan wujud nyata dari komitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Diharapkan, inisiatif ini dapat menginspirasi institusi-institusi pendidikan lainnya di Indonesia untuk berinovasi dan memanfaatkan teknologi secara optimal dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan dan peluang di era digital. (Red)
Penulis: ABI
