(Foto: Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat dan Kerukunan Wanita Mandar Sulawesi Barat)
ViralJustice.id — Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) dan Kerukunan Wanita Mandar Sulawesi Barat (KWMSB) menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi nasional organisasi. Kegiatan ini berlangsung di Ciloto, Puncak Bogor, pada 9–10 Januari 2025 dan dihadiri pengurus inti dari berbagai daerah di Indonesia.
Rakornas digelar sebagai langkah strategis untuk menyatukan arah kebijakan organisasi, memperkuat sinergi antara pengurus pusat dan daerah, serta memastikan program kerja berjalan selaras dan berkelanjutan.

Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KWMSB Sulawesi Selatan, Nurdalaila, SKM., M.Kes., menegaskan bahwa Rakornas bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum strategis yang menentukan arah gerak organisasi ke depan.
“Rakornas ini menjadi ruang konsolidasi nasional untuk menyatukan visi, memperkuat soliditas pengurus, dan memastikan setiap program kerja berjalan seirama dari pusat hingga daerah,” ujar Nurdalaila.
Ia menambahkan, kehadiran pengurus dari seluruh Indonesia mencerminkan komitmen kuat untuk membangun organisasi yang solid, responsif, dan berdaya guna bagi masyarakat Sulawesi Barat di perantauan.
Memasuki hari kedua, seluruh peserta mengikuti kegiatan outbound yang dirancang untuk memperkuat kebersamaan dan kerja sama tim. Menurut Nurdalaila, kegiatan tersebut menjadi simbol penguatan nilai persatuan dan kolaborasi dalam tubuh KKMSB dan KWMSB.
“Outbound ini bukan sekadar kegiatan fisik, tetapi juga simbol penguatan kebersamaan dan kerja tim sebagai fondasi utama dalam menjalankan roda organisasi,” tambahnya.

Rangkaian konsolidasi nasional tersebut kemudian berlanjut pada kegiatan pelantikan pengurus KWMSB wilayah Yogyakarta–Jawa Tengah yang digelar pada 16–17 Januari 2026. Kegiatan ini dirangkaikan dengan kunjungan lapangan dan seminar penguatan kapasitas perempuan Mandar.
Pada hari pertama, rombongan KWMSB melakukan kunjungan ke salah satu industri pengolahan biji kakao di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sekaligus menyambangi Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mengelola berbagai produk olahan cokelat, seperti dodol cokelat dan produk turunan lainnya.
Dalam kunjungan tersebut terungkap bahwa kakao yang dibudidayakan di Gunungkidul berasal dari bibit kakao asal Sulawesi Barat. Hal ini dinilai sebagai bukti kualitas dan potensi besar komoditas unggulan Sulbar.
“Ini menunjukkan bahwa kakao Sulawesi Barat memiliki kualitas yang sangat baik dan mampu berkembang di daerah lain jika dikelola secara serius dan berkelanjutan,” kata Nurdalaila.
Masih di hari yang sama, rombongan juga mengunjungi objek wisata Obelix Pantai. Meski harus menempuh perjalanan sekitar dua jam menggunakan bus, keindahan alam yang disuguhkan destinasi tersebut memberikan kesan mendalam.
“Perjalanan yang cukup jauh terbayar dengan panorama alam yang luar biasa. Ini membuat kita merenung bahwa di Sulawesi Barat sebenarnya banyak potensi wisata serupa, bahkan lebih indah, namun belum dikelola secara optimal,” ungkapnya.
Di hari berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus KWMSB Jogja–Jateng dan ditutup dengan seminar motivasi yang menghadirkan perempuan asal Mandar yang telah berkiprah di kancah internasional dan saat ini berkarier sebagai akademisi di salah satu perguruan tinggi di Eropa.
Dalam seminar tersebut ditekankan bahwa tantangan di era global menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia. Persaingan kerja tidak lagi bersifat lokal, melainkan telah berskala global.
Menutup rangkaian kegiatan, Nurdalaila menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) KKMSB dan KWMSB atas suksesnya pelaksanaan Rakornas serta seluruh agenda lanjutan. Ia juga memberikan semangat kepada seluruh pengurus di Indonesia untuk terus berkontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat.
“Selamat bekerja untuk seluruh pengurus KKMSB dan KWMSB se-Indonesia. Mari kita perkuat peran organisasi demi kemajuan bersama,” tutupnya. (Red)
Tim Redaksi
