Gowa | ViralJustice.id — Gerakan Anti Narkoba dan Zat Adiktif Nasional (GARNIZUN) Sulawesi Selatan terus memperkuat langkahnya dalam membangun kesadaran sosial dan moral masyarakat. Sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan dan kerja sama strategis, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GARNIZUN Sulsel, Dr. KM. H. A. Husni Muhammad, M.Fil., MH, melakukan kunjungan silaturahmi ke Putra Mahkota Kerajaan Gowa, Andi Muhammad Imam Daeng Sittuju, Pati Matarang, Senin malam (22/12/2025).
Pertemuan yang berlangsung di kawasan lingkar danau Mawang tersebut menghadirkan suasana akrab namun tetap penuh wibawa. Sejumlah pengurus GARNIZUN turut hadir mendampingi Ketua DPW, sementara Putra Mahkota Kerajaan Gowa juga menyambut dengan hangat sebagai bentuk penghormatan terhadap gerakan moral yang saat ini terus digelorakan di masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Dr. KM. H. A. Husni Muhammad, M.Fil., MH. menyampaikan berbagai program strategis yang tengah disiapkan, baik dalam skala lokal, provinsi, maupun nasional. Fokus gerakan GARNIZUN tidak hanya bertumpu pada penindakan, tetapi lebih pada pencegahan, edukasi masyarakat, pendampingan sosial, serta penguatan nilai keagamaan dan kearifan budaya sebagai benteng moral generasi muda.
Menurutnya, narkoba bukan sekedar persoalan hukum, tetapi juga ancaman terhadap masa depan peradaban, keluarga, generasi, serta masa depan daerah. Karena itu, GARNIZUN menilai sangat penting melibatkan seluruh elemen bangsa, termasuk tokoh adat, tokoh agama, pemuda, lembaga sosial, dan institusi kerajaan yang memiliki pengaruh moral dan historis di tengah masyarakat.
Putra Mahkota Apresiasi dan Siap Bersinergi
Putra Mahkota Kerajaan Gowa, Andi Muhammad Imam Daeng Sittuju, Pati Matarang, memberikan apresiasi yang tinggi atas ikhtiar yang dilakukan GARNIZUN. Ia menilai, gerakan ini merupakan bentuk kepedulian besar terhadap masa depan generasi bangsa.
Dalam sikap dukungannya, beliau menyampaikan:
“Menjaga generasi dari narkoba bukan hanya urusan negara, tetapi juga amanah agama dan kemanusiaan. Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi anak-anak bangsa dari hal-hal yang dapat merusak masa depan mereka. Insya Allah, selama gerakan ini membawa kebaikan dan manfaat bagi masyarakat, kami akan memberikan dukungan,” ujar Putra Mahkota Kerajaan Gowa, Andi Muhammad Imam Daeng Sittuju, Pati Matarang.
Beliau juga menegaskan bahwa Kerajaan Gowa sebagai salah satu kerajaan besar dengan sejarah peradaban yang panjang, memandang penting peran kebudayaan, religiusitas, dan moral keumatan dalam menjaga martabat masyarakat. Kolaborasi dengan GARNIZUN menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga kehormatan dan masa depan generasi Sulawesi Selatan.
Undangan Safari Dakwah GARNIZUN Gowa
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPW GARNIZUN Sulsel, Dr. KM. H. A. Husni Muhammad, M.Fil., MH, juga menyampaikan undangan resmi kepada Putra Mahkota Kerajaan Gowa untuk menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Safari Dakwah GARNIZUN Kabupaten Gowa, yang akan diselenggarakan:
Hari/Tanggal: Senin, 29 Desember 2025
Penceramah: Ustadz Muhammad Hafidz. Salim, SE., M.Pd.I
(Dai Nasional & Pesantren Si Entong – MNC TV)
Waktu: Setelah Shalat Magrib Berjamaah hingga selesai
Tempat: Masjid Besar Baitussalam Malino
Kegiatan Safari Dakwah ini diharapkan menjadi ruang pencerahan, penguatan iman, serta peneguhan komitmen moral masyarakat, khususnya generasi muda di Gowa dan sekitarnya.
Momentum Penguatan Peradaban Moral
Pertemuan antara DPW GARNIZUN Sulsel dan Putra Mahkota Kerajaan Gowa ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi budaya, agama, dan gerakan sosial. GARNIZUN menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan Sulawesi Selatan sebagai daerah yang berkomitmen kuat dalam memerangi narkoba, memperkuat ketahanan keluarga, serta menjaga kehormatan generasi penerus.
Ke depan, GARNIZUN berharap kolaborasi dengan Kerajaan Gowa, pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh keagamaan, dan masyarakat luas dapat semakin erat, sehingga upaya pencegahan narkoba bukan hanya menjadi program, tetapi gerakan bersama yang hidup di tengah masyarakat.
(Tim Redaksi)
