KALTARA. Viraljustice.id – Praktisi dan Peneliti Energi, Ir. Zulkifli, M.T., menilai paradigma kepemimpinan kepala daerah di Kalimantan Utara perlu bertransformasi agar mampu menjawab tantangan ekonomi global dan meningkatkan daya saing daerah dalam menarik investasi.
Dalam artikel yang ditulisnya pada Kamis (9/7/2026), Zulkifli menyampaikan bahwa seorang gubernur tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif pemerintahan, tetapi juga harus berperan sebagai Chief Executive Officer (CEO) yang mampu mempromosikan potensi daerah, membangun kepercayaan investor, membuka jejaring nasional maupun internasional, serta menghadirkan investasi yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kebutuhan tersebut menjadi semakin penting bagi Kalimantan Utara sebagai provinsi termuda di Indonesia yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah, mulai dari minyak dan gas bumi, energi air, kawasan industri hijau, perkebunan, kehutanan, perikanan, hingga posisi strategis sebagai wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
Namun demikian, ia menilai berbagai potensi tersebut belum sepenuhnya mampu dikonversi menjadi kekuatan ekonomi yang nyata. Sejumlah proyek strategis masih berada pada tahap perencanaan, sementara investor membutuhkan kepastian hukum, kecepatan layanan, dan kepemimpinan yang mampu mengambil keputusan secara efektif.
Zulkifli menegaskan bahwa seorang pemimpin daerah harus aktif melakukan promosi investasi dengan mendatangi calon investor, mempresentasikan peluang usaha, membangun kemitraan, serta memastikan seluruh perangkat birokrasi mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif.
Ia menambahkan, dalam era persaingan investasi saat ini, faktor yang menjadi pertimbangan utama investor tidak hanya insentif fiskal, tetapi juga kualitas kepemimpinan, kemudahan perizinan, stabilitas kebijakan, kesiapan infrastruktur, serta kepastian pelayanan birokrasi.
Karena itu, setiap kunjungan kerja gubernur, baik di dalam maupun luar negeri, menurutnya perlu membawa misi diplomasi ekonomi dengan menawarkan berbagai proyek strategis yang potensial dikembangkan di Kalimantan Utara.
Beberapa sektor yang dinilai memiliki prospek besar untuk ditawarkan kepada investor antara lain hilirisasi minyak dan gas, pembangunan terminal energi dan logistik, kawasan industri berbasis energi hijau, pelabuhan internasional, industri perikanan terpadu, hilirisasi hasil perkebunan, serta pengembangan energi baru dan terbarukan.
Selain promosi investasi, Zulkifli juga mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara membentuk Investment Promotion Team yang melibatkan unsur pemerintah, BUMD, akademisi, dan pelaku usaha. Tim tersebut diharapkan mampu menyiapkan portofolio investasi yang komprehensif, mulai dari studi kelayakan hingga analisis risiko sehingga memudahkan investor dalam mengambil keputusan.
Ia juga menilai peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) perlu diperkuat agar tidak hanya menjadi pelengkap organisasi pemerintahan, tetapi berkembang menjadi mitra bisnis yang profesional dan mampu menjalin kerja sama dengan investor nasional maupun internasional.
Di sisi lain, budaya pelayanan publik yang cepat, transparan, dan memberikan kepastian juga dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing Kalimantan Utara dibandingkan daerah lain.
Menutup pandangannya, Zulkifli menyebut Kalimantan Utara tengah berada pada momentum yang tepat untuk mempercepat pembangunan ekonomi, seiring perhatian pemerintah pusat terhadap kawasan timur Indonesia dan posisi strategis provinsi tersebut sebagai gerbang Indonesia di wilayah utara.
“Masa depan Kalimantan Utara tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alamnya, tetapi oleh keberanian pemimpinnya untuk bertindak sebagai CEO yang mampu membawa daerah ini tampil di panggung investasi nasional dan internasional,” tutupnya.
Lp. Arm
